Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

[#SSTDesember] A Pot Of Suki To Warm Your Heart

Gambar
Anggap saja tulisan ini sebagai mini review ya. Bukan endorse berhubung saya ga dibayar oleh pihak Suki Time 😂 Konon, cara orang Tiongkok mengucapkan "Apa kabar?" Adalah "Sudah makan belum?". Mereka sungguh tahu, bahwa seseorang dengan perut kosong tidak akan baik-baik saja. Nah, alhamdulilah tabarakallah, suamiku yang baik ngajak jalan malam dan makan fancy .  Setelah kami berbicara dari hati ke hati (after my emotional meltdown) beliau bilang, I wany to make you happy with fancy dishes, katanya. He might not know how to handle a depressed woman, but I appreciate his effort. Maka pergilah kita ke mall terdekat dari rumah: Yogya Sumbersari Junction. Awalnya kami ga tahu mau apa di sana. Kebetulan cuaca dingin dan hujan rinai, ketika kami berhenti di depan Suki Time it feels like a click button, hey we found our perfect place to dine! Ini bukan foto hasil saya ya. Saya terlalu menikmati suasana dan tidak ingat untuk mendokumentasikan makan malam berharga (mahal) dan...

[#SSTDesember] When You Feel Like A Broken Horse Toy

Gambar
I want to fix broken things. Can you fix broken things? It's something broken beyond repair. What if so? You can recycle yourself. Don't try to fix it so bad. If you're broken, you still beautiful and useful.

[#SSTDesember] I'm Unhappy, And That's Okay.

I'm unhappy. And that's okay. In the tough world where you are constantly needed to be (always) happy, it can be felt a bit more cruel and unfeeling, than it appears to be. So, my friend, If you want to cry. Just cry. It's okay. Nothing wrong with feeling sad. That's human. Cry now. Let them storms out. And be at peace in your tears. Reach that tranquil place after the wet meltdown. And breathe... Let the bits of emotional debris out. Now breathe... And move your lips corner upwards. Even if you don't feel like to.  See how you look like if you smile! It's brighter, right? Much better. It may not solve your problem. But it will make you feel better. Now be at peace....

Renungan Pernikahan: Mitsaqan Ghaliza

Menikah adalah.... mitsaqan ghaliza... Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang lelaki dan seorang perempuan untuk hidup bersama. Ikatan tersebut dinamai Allah “mitsaqan ghaliza”-perjanjian yang amat kukuh (QS An-Nisa 4:21). Perjanjian yang namanya demikian hanya ditemui tiga kali dalam Al-Qur’an. Pertama yang disebut di atas, yakni menyangkut perjanjian antara suami-istri, dan dua sisanya menggambarkan perjanjian Allah dengan para nabi-Nya (QS Al-Ahzab 33:7) dan perjanjianNya dengan umatNya dalam konteks melaksanakan pesan-pesan agama (QS An-Nisa 4:154). Allah telah menetapkan pernikahan sebagai perjanjian penting. Saat ijab qabul dilakukan memiliki makna bukan perjanjian antara 2 insan saja, melainkan perjanjian langsung dengan Allah SWT.  Mitsaqan Ghaliza, sebuah kalimat yang memiliki arti sangat sakral, yaitu perjanjian yang kokoh. sebuah perjanjian pernikan antara suami istri. suatu perjanjian yang agung dan berat. seberat pengorbanan seorang suami terhadap istr...

[#SSTDesember16] Tolong, Baterai Smartphoneku Sekarat!

Gambar
PS: Aku mengetik entry ini dengan baterai di 2% lho. Mihihihi. Baterai smartphone yang lemah memang mengesalkan banget ya. Kegiatan jadi terhambat, harus segera mencari-cari soket listrik untuk dipasangi  charger  atau  power bank. Beda sekali dengan hape zaman batok yang tidak di- charge  seminggu pun masih menyala. Menyebalkan. Bahkan ada phobianya lho. Ngomong-ngomong tentang baterai, sebuah "musibah" terjadi pada baterai  smartphone  ku.  The least thing I would've expected from a unibody battery phone...   Yaitu baterai gembung dan bocor :( Dari baterai terisi penuh 100%, dengan pemakaian normal dalam waktu 4 jam 30 menit dayanya merosot tajam menuju 1%. Padahal kegiatan di smartphone saya tidak terlalu intens. Hanya sesekali membuka pesan WhatsApp, sesekali menyetel video, dan membaca e-book. Bukan kegiatan yang biasanya menguras daya baterai. Keadaan fisik smartphone yang gembung baterainya (Foto) Lalu, bagaimana solusinya? Ganti bate...

[#SSTDesember15] Main Ke Playground Pengganti Sesi Terapi Okupasi

Gambar
Biasanya di hari Selasa Arta ikut sesi terapi okupasi di Bianglala Nanda. Namun, per Selasa kemarin (11/12) berhubung paket sesi terapinya sudah habis, dan kagok  kalau dilanjut karena terpotong libur... Yasudah kita cari alternatif kegiatan saja. Yang mirip dengan kegiatan terapi okupasi. Dan pilihan jatuh pada main   di playground mall. Kali ini playground yang dikunjungi ada di sebuah mall di Jalan Peta Bandung. Apa saja fasilitas di playground ini? Sand arena Mandi bola Perosotan dari playbox Ada juga arena wet  area  untuk bermain gelembung sabun, ayunan, dan terowongan tidak sempat terfoto. Nah. Sekarang, seberapa mirip 

[#SSTDesember14] Pengenalan CAT Tools Dan Pelatihan SDL Trados

Gambar

[#SSTDesember 12] Kata Nenek: Buat Apa Sih Terapi-terapian?

Hari ini Arta diobservasi lagi, berhubungan jumlah pertemuan terapi okupasinya sudah mencapai 10 :)

[#SSTDesember 11] Lazy Writing: Kepuasan Menulis

Gambar
Hai Masih berkaitan dengan post sebelumnya tentang bad writing ya. Tulisan yg baik itu gimana? Ya yang membuat penulis dan pembacanya puas.

[#SSTDesember 10] Arti Kehilangan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam hidup ini, kehilangan adalah sesuatu yang wajar terjadi. Dan qadarullah, hari ini saya kehilangan cincin khitbah saya. Sebuah cincin sederhana, namun sarat makna dan kenangan. Anyway, bukan barang tersebut yang akan dibahas kali ini. Ketika kita kehilangan sesuatu, apakah artinya?

[#SSTDesember 9] Jendela Ilmu Di Ujung Jari Dengan Coursera Dan Memrise

Gambar
Salah satu topik yang seru dibahas di bulan Desember adalah resolusi tahun baru, atau wrap-up dari tahun ini. Ngomong-ngomong soal resolusi tahun ini, salah satu bucket list saya adalah mengikuti tes IELTS. Alih-alih belajar bahasa Inggris, saya malah belajar bahasa yang lain 😂 Aplikasi belajar di smartphone saya Memrise dan Coursera Sebelumnya saya sudah coba Duolingo untuk belajar bahasa asing (Rusia dan Arab) dan beberapa platform  MOOC, diantaranya FutureLearn, EdX dan Udemy. Platform lainnya adalah UT open course dan IndonesiaX. Memrise   Coursera

[#SSTDesember 8] Lazy Writing: Overcoming Fear

Cara menghilangkan rasa takut menulis

[#SSTDesember 7] Speech Therapy Arta 5: Sudah Terapi, Sekarang Apa?

Gambar
Hasil review Terapi Arta (12/12/18) oleh Bu Vonny Susanty, Amd. OT., M.Psi. Soon to be updated

[#SSTDesember 6] Speech Therapy Arta 3: Okupasi Terapi Di Bianglala Nanda Bandung

Gambar
[Baca  Speech Therapy Arta 2: Diagnosa ] Indeks post ini mencakup: Mengapa pilih okupasi terapi? Mengapa di Bianglala Nanda? Di sana ngapain aja? Berapa biayanya? Mengapa okupasi terapi, padahal yg dibenahi adalah ranah verbal (bicara/speech)? Mengapa tidak ikut terapi wicara saja? Begini. Hasil observasi Arta di usia 2 tahun (25 bulan) Mengapa pilih klinik Bianglala Nanda? Suasana okupasi terapi di Bianglala Nanda Info lebih lanjut tentang Klinik Bianglala Nanda managed by Pelita Potensi:

[#SSTDesember 5] Speech Therapy Arta 2: Diagnosa

Gambar
[ Baca Speech Therapy Arta Part 1 ] Assalamu'alaikum wr wb.  Arta di- screening oleh dr. Kristiantini Dewi, Sp.A (Dokter Tian) Dengarkan ringkasan diskusi saya dan dr. Tian tentang diagnosis Gangguan Bahasa Ekspresif Arta: ( Via Google Drive )

[#SSTDesember 4] Speech Therapy Arta 1: Kecurigaan

Gambar
 Masuk kategori red flagIAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Post mengenai speech terapi Arta merupakan hutang tulisan yang sudah lama tertunda. Udah banyak juga yang nanyain alasan mengapa, bagaimana dan sebab kronologi kenapa akhirnya aku memutuskan untuk menterapi Arta, untuk menstimulasi bicaranya. Namun kali ini saya akan bayar hutang tersebut, once for all. Mari kita mulai. Please meet my son, Arta Abdillah Budi 😃 Saat ini (Desember 2018) usianya 2 tahun 10 bulan. Bagi readers yang belum tahu, anakku ini dibanding teman seusianya, masih sedikit kosakatanya. Dia baru bisa beberapa kata basic seperti mama, papa, mamam, susu,   dll.  Belum bisa mengiyakan/menolak secara verbal dan menggabungkan dua kata menjadi kalimat. Kecurigaan bahwa Arta mengalami speech delay  sudah berawal dari usia 12 bulan, ketika Arta belum mengucapkan 1-2 kata bermakna. Kecurigaan itu makin kuat ketika Arta menginjak usia 16 bulan dan belum juga ada kata bermakna diucapk...

[#SSTDesember 3] Tips Sukses Menaklukkan Tantangan Menulis #SehariSatuTulisan A la #TipsSyifa

Gambar
Assalamu'alaikum wr wb... Bagaimana kabarnya readers? Hari ini adalah hari ke-3 dari tantangan #SehariSatuTulisan periode Desember 2018. Wah, rasanya semakin   excited dan semakin banyak ide menumpuk... Walau rasanya cukup challenging untuk bisa konsisten menghasilkan tulisan setiap harinya 😃 Nah, berhubung kebiasaan menulis tiap hari tidak bisa dihasilkan secara instan, tentu kita harus bersiap dengan trik dan alat tempurnya, ya kan... 😉 Ibarat kita mau traveling dengan waktu perjalanan yang lama, tentu ada beberapa persiapan sebelum berangkat. Apa saja tipsnya? Berikut tips menaklukkan tantangan #SSTDesember a la Syifa. 1.   Niat untuk bersungguh-sungguh Teringat nasihat Pak Dodik Mariyanto, "Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka akan akan keluar kesungguhan tersebut." Maka ketika aku mendaftar di tantangan #SST ini, dalam hati aku sudah yakin betuls. " Mulai tanggal 1 hingga 31 Desember nanti, aku akan konsisten menulis. Nanti aku akan dapat badge OUTSTANDI...

[#SSTDesember 2] Lazy Writing: Is A Bad Writing Exist?

Gambar
Selama ini aku berpikir, apa sih yang membuat aku malas menulis? Malas, aku artikan sebagai sifat yang suka menunda karena adanya suatu hambatan. Bisa karena faktor internal atau eksternal. Lalu, apa hambatan yang membuat kegiatan menulis tertunda, dan terus tertunda, hingga menjadi sifat malas? Apakah takut tulisannya jelek? Apa dan bagaimana sih tulisan yang jelek? Tulisan yang dangkal, berputar-putar, tidak koheren dan logis, begitukah yang disebut tulisan yang jelek? Menurutku, contoh di atas bukan  hal yang membuat tulisan menjadi jelek. Tulisan yang jelek adalah tulisan yang ditulis, tanpa melalui proses peninjauan ulang (editing). Mengapa begitu? Berdasarkan pengalamanku menulis, yang namanya menulis di awal ya bagaikan "air bah" ide, alias brainstorming. Semua ide ditumpah ruahkan, tanpa peduli, tertuang dalam bentuk verbatim . Nah, setelah selesai proses brainstorm, barulah kemudian kita boleh lanjut ke tahap editing. Tanpa melalui tahap ini, ten...

[#SSTDesember 1] Menulis Untuk Kesehatan Jiwa, Emangnya Bisa?

Gambar
Hari ke-1 Menulis Untuk Kesehatan Jiwa, Emangnya Bisa? x Assalamu'alaikum wr wb... Bagaimana kabarnya readers? Menyambut bulan Desember 2018, grup FB #ODOPfor99Days (One Day One Page) punya tantangan baru, yaitu #SehariSatuTulisan. Melihat challenge  ini, rasanya... Memang tertantang! Tema #SSTDesember kali ini adalah "Menulis untuk kesehatan jiwa". Hmmm... Masa iya? Kedengarannya apatis ya? Hehe. Saya sendiri belum pernah coba, makanya  saya ingin coba membuktikannya sendiri. Menulis untuk kesehatan jiwa itu ada dasarnya kok. Menurut Dr. James W. Pennebeker, menulis ekspresif dapat meningkatkan kesehatan mental dan menyembuhkan emosi negatif . Teori Expressive Writing hasil penelitian beliau sampai ada halaman Wikipedia -nya juga lho. Super cool.  Jadi, cem mana cara menulis agar jiwa senantiasa sehat? Berikut tipsnya, dikutip dari psychologytoday.com: 1. Waktu : menulis minimal 20 menit per hari, selama 4 hari berturut turut. ...