[#SSTDesember 1] Menulis Untuk Kesehatan Jiwa, Emangnya Bisa?

Hari ke-1
Menulis Untuk Kesehatan Jiwa, Emangnya Bisa?

x
Assalamu'alaikum wr wb... Bagaimana kabarnya readers?
Menyambut bulan Desember 2018, grup FB #ODOPfor99Days (One Day One Page) punya tantangan baru, yaitu #SehariSatuTulisan. Melihat challenge ini, rasanya... Memang tertantang!

Tema #SSTDesember kali ini adalah "Menulis untuk kesehatan jiwa". Hmmm... Masa iya?


Kedengarannya apatis ya? Hehe. Saya sendiri belum pernah coba, makanya  saya ingin coba membuktikannya sendiri. Menulis untuk kesehatan jiwa itu ada dasarnya kok. Menurut Dr. James W. Pennebeker, menulis ekspresif dapat meningkatkan kesehatan mental dan menyembuhkan emosi negatif. Teori Expressive Writing hasil penelitian beliau sampai ada halaman Wikipedia-nya juga lho. Super cool. 

Jadi, cem mana cara menulis agar jiwa senantiasa sehat? Berikut tipsnya, dikutip dari psychologytoday.com:
1. Waktu: menulis minimal 20 menit per hari, selama 4 hari berturut turut.
2. Topik: Apapun boleh dijadikan ide tulisan, selama ide tersebut terasa penting dan personal. Boleh tentang hal yang disukai, kenangan, tantangan, dsb.
3. Menulis a la rem blong!: Tulis semua yang ada di kepala. Tulis, tulis, tulis! Abaikan sementara tanda baca, ejaan, tata bahasa dan kawan kawannya itu. Kehabisan kata-kata untuk ditulis? Tidak apa-apa. Pindahlah ke alinea baru, tulis lagi apa yang sudah ditulis atau gambar garis. Pokoknya, jangan sampai pena/jari berhenti menulis. 
4. Menulislah untuk diri sendiri: Hasil latihan menulis ini hanya untuk dibaca oleh Anda sendiri. Jadi, sah-sah saja kalau setelah selesai menulis, kertasnya Anda bakar atau filenya didelete.
5. Perhatikan kondisi kejiwaan diri: Ketika ditengah-tengah menulis tiba-Anda merasa tidak bisa lanjut (karena merasa terbebani), segera STOP. Tujuan latihan menulis ini adalah untuk melegakan, bukan membebani :)
6. Merasa sedih setelah menulis? Tidak apa-apa kok. Banyak orang yang merasa sedih atau down setelah menulis ekspresif, terutama di hari-hari awal. Tapi biasanya perasaan ini akan membaik dengan sendirinya, jadi tenang saja ya.
Bagaimana? Tertarik untuk mencoba menulis ekspresif untuk kesehatan jiwa?
Fill your paper with the breathings of your heart.–William Wordsworth "

# SehariSatuTulisan #SSTDesember #ODOPChallenge #Menulis #HealingWriting #WritingChallenge

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love letter to Adryan

[#SSTDesember15] Main Ke Playground Pengganti Sesi Terapi Okupasi