[#SSTDesember 4] Speech Therapy Arta 1: Kecurigaan
Masuk kategori red flagIAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Post mengenai speech terapi Arta merupakan hutang tulisan yang sudah lama tertunda. Udah banyak juga yang nanyain alasan mengapa, bagaimana dan sebab kronologi kenapa akhirnya aku memutuskan untuk menterapi Arta, untuk menstimulasi bicaranya.
Namun kali ini saya akan bayar hutang tersebut, once for all.
Mari kita mulai.
Please meet my son, Arta Abdillah Budi 😃 Saat ini (Desember 2018) usianya 2 tahun 10 bulan.

Bagi readers yang belum tahu, anakku ini dibanding teman seusianya, masih sedikit kosakatanya. Dia baru bisa beberapa kata basic seperti mama, papa, mamam, susu, dll. Belum bisa mengiyakan/menolak secara verbal dan menggabungkan dua kata menjadi kalimat.
Kecurigaan bahwa Arta mengalami speech delay sudah berawal dari usia 12 bulan, ketika Arta belum mengucapkan 1-2 kata bermakna. Kecurigaan itu makin kuat ketika Arta menginjak usia 16 bulan dan belum juga ada kata bermakna diucapkan. Pada saat itu pun bersamaan dengan pelatihan Kelas Edukasi Guru Sahabat Murid Disleksia 2017 dari ASOSIASI DISLEKSIA INDONESIA dan Dyslexia Parent Support Group (DPSG) Jawa Barat. Salah satu materi di kelas edukasi yaitu milestone perkembangan bahasa anak. Saat itu, kemampuan bahasa Arta bahkan belum masuk ke kriteria milestone bahasa usia 12 bulan. Masuk kategori red flag-nya pun tidak.

Sumber: bilingualkidspot.com
Maka dari itu, di usia Arta 18 bulan, aku mendaftar untuk menscreening Arta di Child Development Center RS Melinda 2...
(Bersambung)
Post mengenai speech terapi Arta merupakan hutang tulisan yang sudah lama tertunda. Udah banyak juga yang nanyain alasan mengapa, bagaimana dan sebab kronologi kenapa akhirnya aku memutuskan untuk menterapi Arta, untuk menstimulasi bicaranya.
Namun kali ini saya akan bayar hutang tersebut, once for all.
Mari kita mulai.
Please meet my son, Arta Abdillah Budi 😃 Saat ini (Desember 2018) usianya 2 tahun 10 bulan.
Bagi readers yang belum tahu, anakku ini dibanding teman seusianya, masih sedikit kosakatanya. Dia baru bisa beberapa kata basic seperti mama, papa, mamam, susu, dll. Belum bisa mengiyakan/menolak secara verbal dan menggabungkan dua kata menjadi kalimat.
Kecurigaan bahwa Arta mengalami speech delay sudah berawal dari usia 12 bulan, ketika Arta belum mengucapkan 1-2 kata bermakna. Kecurigaan itu makin kuat ketika Arta menginjak usia 16 bulan dan belum juga ada kata bermakna diucapkan. Pada saat itu pun bersamaan dengan pelatihan Kelas Edukasi Guru Sahabat Murid Disleksia 2017 dari ASOSIASI DISLEKSIA INDONESIA dan Dyslexia Parent Support Group (DPSG) Jawa Barat. Salah satu materi di kelas edukasi yaitu milestone perkembangan bahasa anak. Saat itu, kemampuan bahasa Arta bahkan belum masuk ke kriteria milestone bahasa usia 12 bulan. Masuk kategori red flag-nya pun tidak.
Maka dari itu, di usia Arta 18 bulan, aku mendaftar untuk menscreening Arta di Child Development Center RS Melinda 2...
(Bersambung)
Ditunggu lanjutannya mbak
BalasHapus