[#SSTDesember 2] Lazy Writing: Is A Bad Writing Exist?
Selama ini aku berpikir, apa sih yang membuat aku malas menulis?
Malas, aku artikan sebagai sifat yang suka menunda karena adanya suatu hambatan. Bisa karena faktor internal atau eksternal.
Lalu, apa hambatan yang membuat kegiatan menulis tertunda, dan terus tertunda, hingga menjadi sifat malas?
Apakah takut tulisannya jelek?
Apa dan bagaimana sih tulisan yang jelek?
Tulisan yang dangkal, berputar-putar, tidak koheren dan logis, begitukah yang disebut tulisan yang jelek?
Menurutku, contoh di atas bukan hal yang membuat tulisan menjadi jelek.
Tulisan yang jelek adalah tulisan yang ditulis, tanpa melalui proses peninjauan ulang (editing).
Mengapa begitu?
Berdasarkan pengalamanku menulis, yang namanya menulis di awal ya bagaikan "air bah" ide, alias brainstorming. Semua ide ditumpah ruahkan, tanpa peduli, tertuang dalam bentuk verbatim.
Nah, setelah selesai proses brainstorm, barulah kemudian kita boleh lanjut ke tahap editing.
Tanpa melalui tahap ini, tentu saja tulisan apapun akan buruk rupanya.
Ada sebuah nasihat yang bagus sekali dari sebuah forum, yang dikutip sebagai berikut:
So. Much. Wisdom.
Terima kasih, Mr. Hemingway.
Malas, aku artikan sebagai sifat yang suka menunda karena adanya suatu hambatan. Bisa karena faktor internal atau eksternal.
Lalu, apa hambatan yang membuat kegiatan menulis tertunda, dan terus tertunda, hingga menjadi sifat malas?
Apakah takut tulisannya jelek?
Apa dan bagaimana sih tulisan yang jelek?
Tulisan yang dangkal, berputar-putar, tidak koheren dan logis, begitukah yang disebut tulisan yang jelek?
Menurutku, contoh di atas bukan hal yang membuat tulisan menjadi jelek.
Tulisan yang jelek adalah tulisan yang ditulis, tanpa melalui proses peninjauan ulang (editing).
Mengapa begitu?
Berdasarkan pengalamanku menulis, yang namanya menulis di awal ya bagaikan "air bah" ide, alias brainstorming. Semua ide ditumpah ruahkan, tanpa peduli, tertuang dalam bentuk verbatim.
Nah, setelah selesai proses brainstorm, barulah kemudian kita boleh lanjut ke tahap editing.
Tanpa melalui tahap ini, tentu saja tulisan apapun akan buruk rupanya.
Ada sebuah nasihat yang bagus sekali dari sebuah forum, yang dikutip sebagai berikut:
They (bad writers) presume their writing has achieved a certain level of excellence, so they are often closed off to editing or rewriting. They can seem haughty, prideful, and arrogant. But really, it's laziness and fear. However, with a good writing course and lots of practice, a bad writer can become good.
So. Much. Wisdom.
Terima kasih, Mr. Hemingway.


Komentar
Posting Komentar