Napak Tilas Tragedi Holokaus Lewat Film Schindler's List (1993)
Review Film "Schindler's List" (1993) & International Holocaust Remembrance Day
Genre: Biografi, Drama historis. Rating: 8.9/10 (IMDb)![]() |
| Sumber Wikipedia |
Hari berganti melewati waktu Dzuhur, dan inspirasi bahan tulisan untuk hari ini pun belum datang. Bosan dan agak mati gaya di sela menunggu jemuran kering, aku membuka folder koleksi film lama.
Mataku tertuju pada folder "Schindler's List", dan memutuskan untuk menontonnya sebentar. Bad decision! There is no such thing as "nonton sebentar", karena film ini terlalu bagus untuk dilihat sepotong. And like a good book, no matter how many times you've read it, there's always something new to enjoy.
Dan kebetulan, tanggal 27 Januari kemarin adalah Hari Peringatan Holokaus Internasional. Momennya pas sekali! Selain menulis review filmnya, sekalian juga membahas tentang Hari Peringatan Holokaus Internasional. Di Indonesia mungkin kurang terdengar gaungnya ya, berhubung lebih banyak diperingati di Eropa dan USA.
Sekilas Hari Peringatan Holokaus Internasional
Menyandur dari laman Wikipedia, International Holocaust Remembrance Day (Hari Peringatan Holokaus Internasional) 27 Januari, adalah hari peringatan internasional bagi korban Holokaus, genosida yang mengakibatkan tewasnya 6 juta Yahudi dan jutaan orang lainnya oleh Jerman Nazi dan kolaboratornya di era PD ke-2. Tragedi ini diperkirakan menelan 17 juta jiwa korban.Peringatan ini ditetapkan setelah digelarnya sidang istimewa pada tanggal 24 Januari 2005, yang bertepatan dengan peringtan 60 tahun pembebasan kamp konsentrasi Nazi sekaligus akhir dari Holocaust.
Hari Peringatan Holokaus Internasional juga diperingati sebagai hari nasional di Italia dan Britania Raya, setiap tanggal 27 Januari sejak tahun 2001.
Film Schindler's List
! Peringatan: Film ini dikategorikan sebagai "R" atau restricted, yang artinya film ini untuk dewasa 17+, karena adanya adegan kekerasan, penganiayaan, kekejaman, dan nudity.
Sinopsis:
Berlatar di kota Krakow Polandia tahun 1939, tentara Nazi Jerman berhasil menguasai Polandia dan menggusur paksa warga Yahudi Polandia untuk tinggal di perkampungan Yahudi. Oskar Schindler, seorang pria Jerman-Slovakia tiba di kota Krakow untuk mencari peruntungan bisnis. Sebagai anggota partai Nazi, Schindler memiliki akses untuk membuka bisnis pabrik panci, dan memperkerjakan Yahudi sebagai buruhnya. Tn. Schindler juga memperkerjakan Itzhak Stern, seorang akuntan Yahudi yang juga menjadi penghubung dengan warga kampung Yahudi. Tn. Stern berusaha 'menyelamatkan' ribuan warga Yahudi dengan alih-alih sebagai buruh pabrik, agar tidak dipindahkan ke kamp konsentrasi Plaszow. Masuk kamp konsentrasi berarti dua hal: kerja paksa, atau dibunuh.
Seiring waktu berlalu, Tn. Schindler menyadari bahwa ada hal yang lebih penting dari mendulang keuntungan, yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa. Suap kepada pihak Nazi terus dilakukan agar bisnisnya tetap lancar, dan mencegah warga Yahudi dimasukkan ke kamp konsentrasi. Tn. Schindler dan Stern membuat "Daftar Schindler" (Schindler's List) yang berisi 850 nama warga Yahudi, agar 'buruh pabrik'nya tidak dipindahkan ke kamp konsentrasi Auschwitz.
Menonton film ini bukan hanya just for fun, namun juga sebagai
pengingat akan pentingnya kemanusiaan.Berlatar di kota Krakow Polandia tahun 1939, tentara Nazi Jerman berhasil menguasai Polandia dan menggusur paksa warga Yahudi Polandia untuk tinggal di perkampungan Yahudi. Oskar Schindler, seorang pria Jerman-Slovakia tiba di kota Krakow untuk mencari peruntungan bisnis. Sebagai anggota partai Nazi, Schindler memiliki akses untuk membuka bisnis pabrik panci, dan memperkerjakan Yahudi sebagai buruhnya. Tn. Schindler juga memperkerjakan Itzhak Stern, seorang akuntan Yahudi yang juga menjadi penghubung dengan warga kampung Yahudi. Tn. Stern berusaha 'menyelamatkan' ribuan warga Yahudi dengan alih-alih sebagai buruh pabrik, agar tidak dipindahkan ke kamp konsentrasi Plaszow. Masuk kamp konsentrasi berarti dua hal: kerja paksa, atau dibunuh.
Seiring waktu berlalu, Tn. Schindler menyadari bahwa ada hal yang lebih penting dari mendulang keuntungan, yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa. Suap kepada pihak Nazi terus dilakukan agar bisnisnya tetap lancar, dan mencegah warga Yahudi dimasukkan ke kamp konsentrasi. Tn. Schindler dan Stern membuat "Daftar Schindler" (Schindler's List) yang berisi 850 nama warga Yahudi, agar 'buruh pabrik'nya tidak dipindahkan ke kamp konsentrasi Auschwitz.
Ironisnya, hari ini tragedi kemanusiaan belum menjadi sejarah. Masih ada Holocaust-holocaust dan genosida lainnya. Apa kabar saudara kita di belahan bumi lain yang saat ini diantara perang? Saudara muslim Uighur di Xinjiang Tiongkok? Iran, Palestina dan Suriah?
Film ini mengajarkan, kebencian pada perbedaan menunjukkan sempitnya pola pikir, bahkan tendensi menjadi xenophobic. Manusia layak dianggap setara dan mendapat keadilan. Bahwa perang, apapun alasannya, bukanlah jawaban.
"The war always brought the worst in people. Always the worst."
- Oskar Schindler

Komentar
Posting Komentar