Ibu Sebagai Social Agent of Change (Syifa Nauval Muftia_NHW 9)

Bismillahirrahmanirrahim.. apa kabarnya?
Tidak terasa sudah NHW terakhir ini. Agak sedih ya, masih banyak ilmu yang ingin dicicil... Tapi lebih baik belajar sedikit demi sedikit dan dipraktekkan, betul? :)


Di NHW ke-9 ini, kami diajak melihat bahwa justru peran ibu adalah agent of change paling strategis, terlepas dari "keterbatasan" yang sering melekat pada peran ibu. Sejak mahasiswa, kita sudah akrab dengan kalimat ini, bahwa mahasiswa adalah agen pengubah kondisi masyarakat, karena kapabilitas intelektualnya dan karena posisinya yang dekat di masyarakat. Justru, seorang ibu bisa lebih dekat dengan masyarakat dan memiliki tim "support system" berupa keluarga. Maka, jargon the power of emak-emak itu memang benar adanya lohh :))

Sebetulnya NHW kali ini adalah yang paling sulit dan paling lama dikerjakan, karena agak sulit menentukan perubahan apa yang mampu saya lakukan. Apa perubahan yang bisa saya lakukan sebagai ibu? Apa saya bisa? Rasa minder sempat menghinggapi. Namun, bismillah, berubah atau kalah. :)

Bentuk kontribusi saya ke masyarakat tidak lepas dari passion dan minat yang sudah dibahas di NHW sebelumnya. Ada beberapa hal yang saya catat menjadi passion melihat kondisi masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Semoga bisa terwujud.
Berikut bagan NHW 9 saya kali ini.


Untuk langkah selanjutnya, ke tahap social venture (mendirikan usaha dalam lingkup social entrepreneur), ini sangat sulit karena background saya seorang volunteer. Jadi saya belum tahu isu social mana yang bisa dimonetize selain berjualan buku.

Selamat menjadi agen perubahan, karena everyone is a changemaker.
Bismillah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love letter to Adryan

[#SSTDesember15] Main Ke Playground Pengganti Sesi Terapi Okupasi